REPUBLIKPEMUDA.COM | Sejarah mencatat, perjuangan Kemerdekaan bangsa Indonesia, tidak lepas dari peran pemuda. Dimulai dari gerakan Budi Utomo, sumpah pemuda hingga momemtum kemerdekaan 1945, pemuda selau menjadi garda terdepan dalam mengawal proses lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Perlu diketahui juga, pasca kemerdekaan pemuda tetap setia dalam mengawal kebijakan dan pembangunan yang dilakukan oleh Negara. Gerakan Reformasi 1998 menjadi bukti nyata bagaimana kekuatan pemuda mampu menggulingkan sebuah rezim yang dinilai tidak sesuai cita-cita besar yang tertuang dalam UUD 1945 dan Pancasila.
Bukti serjarah di atas adalah karya pemuda Indonesia yang wajib diapresiasi sekaligus bahan inspirasi. Bahwa sebuah bangsa tidak akan berkembang maju tanpa ada unsur campur tangan Generasi penerus. Pemudalah yang mempunyai semangat perubahan, rekontruksi dan patriotik.
Yang menjadi pertanyaan siapa sebenarnya pemuda yang dimaksud. apa kriterianya.? Dan pemuda seperti apa yang mampu melibatkan diri dalam proses pembangunan.? Sebuah pertanyaan yang harus dijawab di era sekarang. Mengingat zaman sekarang berubah semenjak memasuki Revolusi Teknologi dan informasi
Sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.
Jika melihat UU kepemudaan, Pemerintah melakukan sebenarnya berupaya melakukan pemetaan kepemudaan. Suatu keniscayaan, dalam rangka persiapan pemanfaatan atas bonus langka ini. Seperti kita ketahui negara dengan jumlah penduduk 250juta, dengan lebih dari 28% adalah pemuda. Bonus demografi, Ya, dimana angkatan produktif lebih besar. Semua ini akan menjadi modal kekuatan bangsa apabila dikelola dengan baik.
Jumlah pemuda akan meningkat tajam pada 2020-2035, bersamaan dengan datangnya era bonus demografi bagi Indonesia. diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah, yakni mencapai 64 persen dari total penduduk 297 juta jiwa. (diambil tulisan bapak Iman Nahrawi. 2016)
Melihat keterangan diatas, pembangunan kepemudaan menjadi sangat penting untuk dilakukan. Terlebih dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada Desember 2015. Hal itu menuntut peningkatan kompetesni dan daya saing disegala bidang baik nasional maupun internasional. Selanjutnya apakah pemuda Indonesia saat ini telah siap dan mampu untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut ?. kalaupun siap, bagaimana mengukur indikator pembagunan pemuda?.
Permasalahan -permasalahan kepemudaan menyangkut di Indonesia sangatlah kompleks. Terutama menyangkut ketenagakerjaan, pendidikan dan kesehatan. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik per Februari 2014, angkatan kerja Indonesia mencapai angka 125,32 juta orang. Kelompok angkatan kerja adalah penduduk yang masuk dalam usia kerja yaitu 15 tahun keatas. Dari kondisi tersebut, angka jumlah pengangguran di Indonesia tergolong tinggi. Sebanyak, 7,2 juta orang penggangguran di Indonesia adalah pemuda dan berpendidikan. Kondisi tersebut berdampak pada naiknya tingkat kejahatan/kriminalitas.
Belum lagi permasalahan gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme juga turut menambah deretan permasalahan pemuda yang harus segera diselesaikan. Banyangkan, Sejumlah 12.000 orang aktif dalam jaringan yang diduga terkait teroris di Indonesia. Dari jumlah itu, diduga sebanyak 2000-3000 di antaranya adalah para remaja berusia 18 sampai 23 tahun. Kondisi-kondisi ini tentunya menuntut kita semua untuk tidak tinggal diam.
Atas dasar itu, dalam rangka untuk mewujudkan cita-cita pembangunan Pemuda Nasional maka dibutuhkan peran pemerintah lintas sektor untuk kerja keras mewujudkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia harus menentukan indikator capaian pembangunan pemuda.
Bangsa Indonesia Merdeka 72 tahun, menurut saya sudah saatnya pembagunan diberbagai sektor mengalami kemajuan. Serta yang paling penting adalah bisa diukur tingkat kemajuan tersebut, terutama pembangunan pemuda. Namun sayang. Sampai saat ini penulis belum menemukan artikel yang membahas tentan ini. Kalaupun ada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) itupun tidak spesifik tentang kepemudaan.
Sebagai contoh, dddddalam keterangan Badan Pusat Statistik melaporkan hari ini, Senin, 17 April, 2017, komponen pembentuk IPM secara keseluruhan mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 70,9 tahun atau meningkat 0,12 tahun dibandingkan 2015.
“Anak-anak usia 7 tahun juga memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,72 tahun atau meningkat 0,17 tahun dibandikan tahun sebelumnya. Penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,95 tahun atau meningkat 0,11 tahun dibandingkan 2015. Selain itu, pengeluaran per kapita masyarakat juga telah mencapai Rp 10,42 juta pada 2016. Nilai itu meningkat Rp 270 ribu dibandingkan tahun sebelumnya”. (tempo.co)
Melihat data diatas, terutama data penduduk usia 25 tahun keatas, indeks pembangunan pemuda dalam bidang pendidikan mengalami kenaikan dari pada tahun sebelumnya. Pemuda indonesia mendapatkan layanan pendidikan jauh lebih baik. Artinya ke depan, pemuda mendapatkan peluang besar mengembangkan diri melalui pendidikan.
Tentu masih banyak bidang lain yang menjadi ukuran keberhasilan pembangunan pemuda yang harus diketahui. Ada Ketenagakerjaan, kesejahteraan, kesehatan, sosial, kebudayaan, politik dan mungkin masih banyak lainya. Berharap adanya ukuran capaian kebijakan pembangunan pemuda ke depan dapat merencanakan pembangunan berikutnya langsung pada pokok permasalahan. Tidak terkesan mengulang-ngulang pekerjaan lama.
Penulis : M. Sodiqul Anwar
Mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta
Koordinator Nasional Sarekat Muda Produktif
Pembina Lembaga MPI (Mouda Patria Inisiatif)
Ilustrasi Tema Gambar : sumber
Mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta
Koordinator Nasional Sarekat Muda Produktif
Pembina Lembaga MPI (Mouda Patria Inisiatif)
Ilustrasi Tema Gambar : sumber


0 komentar:
Posting Komentar