REPUBLIKPEMUDA.COM |Joko Widodo ialah Presiden Negara Republik Indonesia yang ke-7. Yang dimana awal kemunculannya banyak menimbulkan pro dan kontra di masyarakat Indonesia. Pro dan kontra ini terjadi ketika sebelum Joko Widodo menjabat menjadi Presiden Negara Indonesia. Tidak hanya soal penilaian tentang kemampuan mantan wali kota solo yang menjadi pro kontra tersebut. Bahkan setiap kebijakannya selalui menuwai pro kontra. Salahsatu kebijakan yang membuat gaduh lawan politik maupun masyarat adalah kenaikan listrik.
Sebagaimana
dilansir Pemerintah, dari tahun 2016 berencana pencabutan subsidi listrik bagi
18,76 juta pelanggan listrik berdaya 900 Volt Ampere (VA) ke atas. Hal ini
dilakukan karena pelanggan yang mengosumsi jumlah daya tersebut di nilai
kategori orang mampu dan tidak perlu disubsidi. Sudirman Said selaku Menteri
ESDM pada waktu itu mengatakan verifikasi data pelanggan dilakukan dengan
bantuan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang memeriksa
23 juta pelanggan listrik berdaya 900 VA. Berdasarkan hasil kajian, pemerintah
mendapatkan data terbaru, bahwa sebenarnya yang benar-benar layak mendapatkan
subsidi 4,1 juta pelanggan.
Banyak lawan
politik Joko Widodo dan sebagain masyarakat menanyakan dan mengkritisi adanya
kenaikan tarif dasar listrik TDL. Para petinggi DPR RI sampai menyampaikan
protes keras. Kelompok akademisi, mahasiswa melakukan demontrasi penolakan.
Sebagian masyarakat menyerang dengan melontarkan nyinyiran pedas melaui sosial
media. Semua berharap pemerintah membatalkan niat tersebut. Tidak terkecuali
saya pribadi menolak adanya kenaikan TDL. Sebagai pemuda yang belum begitu lama
menjalani rumah tangga cukup berasa. Setiap bulan yang biasanya bisa
menyisihkan, semenjak adanya kenaikan TDL tidak bisa. Belum kebutuhan lain.
Betapa tidak. Listrik daya 900 VA yang setiap hari digunakan untuk kebutuhan
rumahtangga dengan Tarif 150 ribu perbulan naik sedikit demi sedikit hingga 200
ribuan. Entah mulai kapan tarif listrik ini mulai naik, yang jelas tarif terasa mahal sesaat melakukan pembayaran via
debit total hapir 400 ribu lebih, untuk bulan Juni-Juli tahun 2017.
Dengan adanya
lontaran penolakan keras dari berbagai kalangan pemerintah terus berselancar
melakukan pembelaan logis atas niat tersebut. Pemerintah memandang dengan
adanya kenaikan TDL ini ingin mewujudkan pemerataan kebutuhan listrik di
berbagai wilayah yang belum tersentuh listrik secara masksimal, bahkan ada yang
belum sama sekali tersentuh oleh aliran listrik beberapa wilayah di Papua.
Adanya pencabutan subsidi, hasilnya akan dialihkan untuk pembiayaan ke yang
layak mendapatkan subsidi.
Adanya penjelasan
dari pemerintah, saya mencoba memahami dan menerima yang sudah menjadi
kebijakan. Tidak hanya berhenti sampai disitu, saya mencoba mencari tahu lebih
dalam tentang konsep berbagi listrik ke sesama. Hasilnya ternyata saya banyak
menemukan informasi, berita dari berbagai media, menerangkan adanya beberapa kawan sebangsa dan setanah air,
seperti Sumatera dan Papua baru mendapatkan aliran listrik. Mereka baru
menikmati terangnya diwaktu malam hari.
Di sumatera, dari
dulu mengalami pemadaman listrik hingga masih dirasakan per maret 2017. Sebagai
diterangkan diartikel dijelaskan terjadi
pemadam listrik yang merata di kota Medan, antara lain di wilayah Medan
Marelan, Jalan Krakatau, Jalan Ahmad Yani, Jalan Bromo, Jalan Halat, wilayah
Marindal, dan Medan Amplas. Tidak hanya itu, sebagian wilayah di Kota
Lubukpakam, Pematangsiantar, hingga Sibolga, juga dilaporkan padam. Menurut
informasi yang dihimpun bahwa pemadaman terjadi akibat ada masalah pada
pembangkit PLTGU di Belawan.(https://seword.com/politik/krisis-listrik-di-sumatera-utara-selama-33-tahun-teratasi-berkat-jokowi/).
Dengan adanya
permasalahan ini, melaui Progam penarikan subsidi dan dialihkan ke yang
membutuhkan, Presiden Jokowi mulai mewujudkan apa yang direncakana. Mengatasi
masalah listrik di Medan, Sumatera Utara adalah dengan bekerjasama antara pihak
Pemerintah pusat dan swasta untuk mengatasi masalah listrik yang sudah dialami
oleh rakyat Sumatera Utara selama 33 tahun, salah satunya adalah dengan membawa
kapal pembangkit listrik ke wilayah Medan tersebut. Salah satu kapal pembangkit
listrik yang didatangkan ke Medan, Sumatera Utara adalah kapal Marrine Vessel
Power Plant (MVPP) dari Turki. Kapal Marrine Vessel Power Plant (MVPP) terbesar
di dunia yang berkapasitas 240 MW sudah mulai berlayar ke Indonesia untuk
menutupi defisit listrik 100 MW di Sumatera Utara.
Begitu juga di Papua, Penantian panjang selama 24 tahun warga Kampung Buleubhe Ayapo, Distrik
Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua akhirnya terjawab. Aliran listrik akhirnya
bisa dinikmati oleh 55 kepala keluarga yang tinggal di Kampung Buleubhe Ayapo,
Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Lokasi kampung Buleubhe Ayapo
ini bisa ditempuh dengan jalur darat yang berjarak sekitar 2 kilometer dari
daerah Yoka, Kota Jayapura. Kampung Buleubhe, Distrik Sentani Timur, Kabupaten
Jayapura, Provinsi Papua ini terbentuk sejak 24 tahun silam. Setelah penantian
selama 24 tahun, akhirnya Manajemen PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B)
mengaliri kampung ini dengan aliran listrik. Beroperasinya aliran listrik di
Kampung Buleubhe merupakan salah satu program dari Papa Terang dengan target 80
persen desa di Papua dan Papua Barat, akan dialiri listrik secara serentak pada
tahun 2020 yang akan datang.
Setelah melihat
kerja nyata oleh pemerintah, saya yang awalnya mendongkol sedikit berkurang.
Saya semakin tersenyum setelah membaca beberapa komentar orang papua yang baru
menikmati listrik. Mereka senang dan tidak lagi gelap waktu malam. Akhirnya
saya mengambil kesimpulan kalaupun tarif dasar listrik naik, tidak apa asal
jangan terlalu mahal. Dan yang paling penting sebagaimana progam pemerintah,
berbagi. Saya pun siap menahan tangis demi senyum terang sahabat luar jawa
yakni Sumatera, Terutama Papua. Salam hangat buat warga papua. Selamat
merayakan hari kemerdekaan Republik indonesia ke 72 dengan listrik.
10 agustus 2017.
Penulis : M. Sodiqul Anwar
Mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta
Koordinator Nasional Sarekat Muda Produktif
Pembina Lembaga MPI (Mouda Patria Inisiatif)
Ilustrasi Tema Gambar : sumber
Penulis : M. Sodiqul Anwar
Mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta
Koordinator Nasional Sarekat Muda Produktif
Pembina Lembaga MPI (Mouda Patria Inisiatif)
Ilustrasi Tema Gambar : sumber


0 komentar:
Posting Komentar