REPUBLIKPEMUDA.COM | Bung Karno, The
Founding Father dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 mengutip kembali
tulisannya yang berjudul, Indonesia Merdeka. Mejelaskan "bahwa Kemerdekaaan, politieke onafhankelijkheid, political
Independence, tak lain dan tak bukan, ialah satu jembatan, satu jembatan
emas. Saya katakan
dalam di dalam kitab itu, bahwa di seberang jembatan itulah kita sempurnakan kita
punya masyarakat.” Perjalanan untuk mencapai Jembatan emas itu membutuhkan
waktu berabad-abad, perjuangan yang tak henti-hentinya, mengorbankan jiwa dan
raga. Kita menyebranginya hanya dalam beberapa menit pada tanggal 17 Agustus
1945, saat Teks Proklamasi dibacakan oleh Bung Karno.
Setelah melewati jembatan emas, kita menjadi suatu
bangsa dan negara yang merdeka yang kemudian harus dibangun dan disempurnakan.
Untuk membangun suatu bangsa dan negara diperlukan suatu landasan kuat guna
menyokongnya. Pada tanggal 1 Juni 1945 Bung karno juga mempresentasikan Idelogi
atau Landasan Bangsa dan Negara kita, yaitu Pancasila dengan semboyan Bhinneka
Tunggal Ika. Dan kemudian disusunlah kerangka bangunan Bangsa dan Negara kita,
yaitu Undang Undang Dasar 1945. Inilah konsesus bersama yang digunakan membangun
dan menyempurnakan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesi.
Indonesia telah merdeka. Tetapi apakah kita
sudah mencapai Kemerdekaan yang sejati? Kemerdekaan berdasarkan KBBI berarti keadaan berdiri sendiri
atau kebebesan. Namun kebebasan atau merdeka ini bukan berarti, kita berhak
melakukan apa saja semau kita, berindak sebebas-bebasnya. Tidak, itu bukalah
Kemerdekaan Indonesia yang sejati atau sesungguhnya. Kemerdekaan Indonesia
sejati adalah kesadaran diri yang tinggi oleh semua elemen Bangsa dan Negara menaklukan semua keinginan pribadi atau
golongan atau kelompok dibawah konsesus bersama Bangsa dan Negara kita.
Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945 serta menjaga persatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itulah kemerdekaan sejati yang harus terus
dipertahankan guna memperjuangkan dan membangun cita-cita Kemerdekaan Bangsa
dan Negara Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.
Ini bukanlah hanya menjadi wacana dialetika,
tetapi harus diterapkan dalam kehidupan pribadi kita masing-masing yang
merupakan bagian dari Bangsa dan Negara Indonesia. Setiap kita adalah Indonesia
dan Indonesia adalah kita, maka setiap warga Negara Indonesia, tanpa memandang
perbedaan, suku, ras, agama dan golongan berhak dan berkewajiban ikut serta
dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sejati. Perjuangan ini harus
dilaksanakan dengan berintegritas dan konsisten, agar dapat tercapainya bangsa
Indonesia yang adil, mamur, sejahtera, cerdas, dan dapat berpartisipasi dalam
mewujudkan dunia yang lebih baik untuk semua manusia.
Mari bersama wujudkan Indonesia Merdeka Sejati dimulai
dari diri sendiri.
Merdeka!!
Penulis
Michael Jhon Yarisetouw | Universitas Cendrawasih Papua
KNPI Papua 2014-2017 | Wakil BEM Uncen 2014-2015


0 komentar:
Posting Komentar