Keterpurukan Prestasi Olahraga Nasional dan Komitmen Pemimpin Bangsa




REPUBLIPEMUDA.COM | Indonesia sebagai bangsa yang besar yang memiliki jumlah penduduk lebih kurang 261 juta jiwa seharusnya sangat mudah untuk menseleksi dan mendapatkan atlet-atlet yang berprestasi, namun faktanya dalam konteks prestasi olahraga nasional kita perlu melihat pengelolaan dan manajemen sumber daya manusia yang melahirkan, mempersiapkan dan membina para atlet-atlet untuk berprestasi di ajang internasional maupun di ajang multi event lainnya, sumber daya manusia yang profesional, berkualitas, dan berkapasitas memiliki peran penting dalam melahirkan atlet-atlet yang berkualitas.

Melihat hasil akhir prestasi pada SEA Games 2017 di Malaysia, kita harus menelan pil pahit bahwa Indonesia mendapatkan predikat yang kurang memuaskan menurut sebagian besar masyarakat dan media dari tahun-tahun sebelumnya, Indonesia hanya mendapatkan 38 emas, 63 perak dan 90 perunggu dan menduduki posisi kelima di tingkat even olahraga Asia Tenggara.

Namun demikian perlu kita ketahui bersama secara jernih dan komprehensif bahwa persentase prestasi atlet-atlet Indonesia pada even SEA Games dari tahun 2011-2017 mengalami penurunan yang signifikan dalam perolehan medali, khususnya medali emas, data menunjukkan sebagai berikut:
Namun demikian, masyarakat hanya melihat bahwa tolok ukur prestasi olahraga adalah medali, dalam hal ini medali emas, sangat jelas sekali ukuran-ukuran dalam merencanakan dan memproyeksikan atlet-atlet Indonesia dalam mendulang emas pada event tersebut.

Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pasal 1 angka 33 menerangkan bahwa Menteri adalah menteri yang bertanggungjawab dalam bidang keolahragaan, mengacu UU 3/2005 sangat jelas bahwa yang bertanggungjawab atas prestasi olahraga nasional adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kemenpora menjadi lembaga yang harus bertanggung jawab atas pencapaian prestasi yang tidak sesuai harapan, perlu adanya evaluasi yang komprehensif dan sistemik untuk segera mengevaluasi dimana letak kesalahan, kekurangan dan hambatan yang dialami dengan melibatkan semua unsur lembaga yang menangani keolahragaan seperti Satlak PRIMA, KOI, dan KONI, sehingga pencapaian prestasi atlet-atlet pada event SEA Games 2017 ini sangat terpuruk, Kemenpora dan lembaga ini dilihat masyarakat mempunyai peran penting dalam melahirkan, mempersiapkan, dan membina atlet-atlet Indonesia untuk bisa berjuang dan meraih prestasi yang diharapkan dan dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional.

Oleh karena itu kita harus bisa menyikapi keterpurukan ini dengan kepala dingin dan akal sehat untuk bagaimana kita bisa bangkit dari keterpurukan tersebut agar kedepannya kita bisa menjadi bangsa yang ditakuti dan disegani dalam bidang olahraga di kancah internasional.

Dalam konteks sumber daya manusia yang mengelola dan membina atlet-atlet Indonesia, kita harus bisa mencari dan menseleksi serta menempatkan sumber daya manusia yang profesional, potensial dan memiliki kapasitas serta integritas untuk bangsa Indonesia dalam hal manajemen keolahragaan, jangan kita salah menempatkan sumber daya manusia yang hanya mengambil keuntungan-keuntungan pragmatis dalam konteks “anggaran-anggaran” sehingga anggaran-anggaran yang seharusnya lebih diperuntukkan atau difokuskan untuk peningkatan prestasi atlet, kesejahteraan atlet, gizi atlet, dan yang terkait dengan atlet cenderung disalahgunakan untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompok dan golongan tertentu.

Perlu adanya pembenahan serta evaluasi komprehensif dan sistemik dalam menempatkan sumber daya manusia yang mengelola manajemen keolahragaan nasional dan juga yang perlu diperhatikan juga dalam pengelolaan anggaran, dimana harus fokus anggaran tersebut untuk pembinaan prestasi atlet, kita harus fokuskan bagaimana atlet bisa sehat, sejahtera, dan nyaman untuk berlatih serta tidak memikirkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi atlet untuk berlatih, jadi tugas atlet hanya berlatih dan berlatih, dan tugas pemerintah harus bisa mendukung penuh kebutuhan-kebutuhan prinsip dan fundamental untuk peningkatan prestasi atlet tersebut.

Solusi kedepan yang perlu dilakukan adalah: 
  1. Koordinasi yang intensif antara Kemenpora, Satlak PRIMA, KOI, dan KONI,
  2. Optimalisasi anggaran di Satlak Prima,
  3. Reorganisasi dan reformasi struktur serta peningkatan profesionalitas, kualitas dan kapasitas SDM di Satlak Prima,
  4. Optimalisasi sport science,
  5. Optimalisasi sport intelligent,
  6. Uji Tanding atlet ke luar negeri,
  7. Revitalisasi dan optimalisasi club-club pada seluruh cabang olahraga,                        
  8. Peningkatan gizi atlet yang berkualitas,
  9. Kesejahteraan atlet,
  10. Peningkatan profesionalitas, kualitas dan kapasitas SDM Pengurus Besar Cabang Olahraga,
  11. Pemenuhan sarana dan prasarana sebagai penunjang peningkatan prestasi atlet, dan yang terpenting
  12. Komitmen Pemimpin bangsa terhadap keolahragaan di Indonesia harus konkrit.
Kita semua mendoakan agar prestasi olahraga di Indonesia semakin jaya dan disegani di kancah internasional.



Penulis
M. Arief  Erdavit
Mahasiswa S3 Pascasarjana Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia
Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Biografi Lengkap Penulis
Ilustrasi Gambar Tema Sumber
Share on Google Plus

About republikpemuda

Republikpemud adalah ruang opini, ide, gagasan, serta karya tulis pemuda seluruh Indonesia, kami mengundang siappun tanpa memandang usia untuk mengirimkan karyanya tentang atau bertemakan kepemudaan.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar