REPUBLIKPEMUDA.COM | Pemerintah Jokowi mempunyai komitmen besar untuk merealisasikan pemerataan pembangunan ekonomi, sumberdaya manusia hingga infrastruktur. Hal tersebut dituangkan dalam nawacita Jokowi-Jk bahwa Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Serta Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia Pintar dalam rangka mewujudkan kesejahterraan Bangsa.
Presiden Jokowi dengan prinsipnya Kerja-kerja-kerja, sadar, bahwa Indonesia mengalami ketertinggalan dalam hal pembangunan bila dibanding dengan negara tetangga. Maka dari itu untuk mengejar kertinggalan tersebut, melalui progam pemerintah di berbagai menteri harus mengutamakan Pembangunan wilayah pinggiran.
Memang sudah saatnya agenda pemerataan pembangunan di bumi pertiwi dan sudah saatnya pula masyarakat merasakan kehadiran bangsa yang sudah merdeka 72 tahun (per 17 agustus 2017).
Saya kira sudah Tepat pemerintahanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini terus-menerus 'menggempur' berbagai wilayah penjuru Indonesia dengan pembangunan infrastruktur. Presiden ke-7 Republik Indonesia ini memang tak ingin pembangunan hanya ada di Pulau Jawa, melainkan menyeluruh dan merata dari Sabang hingga Merauke Terutama kawasan timur seperti Papua.
Terbukti dari sumber salahsatu berita online Brilio net, dikatakan, hingga saat ini pembangunan terus digenjot untuk menyelesaikan Jalan Trans Papua yang terdiri dari tujuh ruas tersebut. Ketujuh ruas itu di antaranya Jayapura-Wamena-Mulia, Jayapura-Sarmi, Jayapura-Hamadi-Holtekamp-Perbatasan Papua Nugini, Merauke-Waropko, Timika-Mapurujaya-Pomako, Nabire-Waghete-Enarotali, dan Serui-Menawi-Subeba. Sedangkan yang berlokasi di Papua Barat, di antaranya Manowari-Sorong, Manokwari-Bintuni, Fakfak-Hurimber-Bomberay, dan Sorong-Mega.
Sebagaimana diterangkan, Kementerian PUPR awalnya membelah pegunungan Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu untuk membangun jalan sepanjang 278,6 Km yang ditargetkan tersambung tahun ini. Jalan Trans Papua memiliki total panjang 4.330,07 Km, Presiden Joko Widodo juga telah meresmikan Jembatan Holtekamp sepanjang 733 meter yang merupakan jembatan terpanjang di Papua sebagai landmark Indonesia di kawasan Timur dan Pasifik.
Tidak hanya itu, pemerintahan sekarang telang melakukan kerja nyata melakukan penyeragaman harga BBM di seluruh nusantara. Di papua sekarang harga bahan bakar minyak sama dengan pulau lainnya, jawa, dari 33 lokasi di Papua itu, 9 di antaranya sudah menikmati BBM Satu Harga.
Berikut rinciannya sebagaimana dikutip detikFinance dari data Kementerian ESDM, Senin (17/4/2017) :
1. Kecamatan Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua
2. Kecamatan Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua
3. Kecamatan Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua
4. Kecamatan Kasonawega, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua
5. Kecamatan Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua
6. Kecamatan Karubaga dan Wenam, Kabupaten Tolikara, Papua
7. Kecamatan Supaga, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
8. Kecamatan Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
9. Kecamatan Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat
Begitu juga di berbagai progam kementerian. Terlihat nampak moedel kerja para menteri di era keja ini. Hampir semua di dorong untuk melakukan percepatan pembangunan dari berbagai bidang. Mulai dari ekonomi, Sumberdaya manusia, Sumberdaya Alam. Bahkan urusan spesifikpun diperhatikan oleh pemerintah seperti indeks pembangunan pemuda. Memberi wadah anak muda kreatif dan pembangunan infrastruktur.
Sebagaimana yang dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, melalui keterangan pers di sosial media pada hari Jumat, 13 Januari 2017 – melakukan kunjungan untuk pertama kalinya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi datang ke wilayah Papua Barat untuk meresmikan Gedung Sentra Pelatihan Pemuda yang terletak di Kota Sorong. Menurutnya, program pemerintah melalui Menteri yang dipimpinnya, komitmen dengan Prinsip pemerataan pembangunan Nasional. Bahwa, Pembangunan Sentra Pelatihan Pemuda menjadi salah satu program unggulan Kemenpora yang selama ini secara konsisten telah dijalankan sejak tahun 2016 disejumlah daerah di Indonesia untuk memfasilitasi para pemuda untuk berkumpul dan melakukan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.
Masih pada keterangan pers sosial media, dalam sambutannya Menpora mengatakan bahwa Sentra Pelatihan Pemuda ini dapat dimanfaatkan oleh pemuda yang datang dari berbagai latar belakang.
“Gedung ini adalah sarana pemersatu yang dapat menguatkan rasa kebhinekaan diantara pemuda yang ada disini. Dari tempat ini harus lahir para wirausahawan muda yang mampu melahirkan karya kreatif sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing,” tegasnya Menteri Imam Nahrawi.
Tidak hanya itu, Pada Hari Sabtu 14 Januari 2016 Menpora dalam kunjungan kerja selanjutnya menyempatkan hadir di acara Anak Muda Indonesia, menyapa Pemuda Papua, Memotifasi serta berharap, kedepan, generasi muda Papua harus ada yang menjadi pemimpin nasional.
Dalam hal ini kehadiran Menpora Imam Nahrawi di dampingi Plt. Deputi 2 Kemenpora Bidang Pengembangan Pemuda Jhony Mardizal dan Staf Khusus Bidang Pemuda Zainul Munasichin.
Jakarta, 14 Januari 2016
Penulis
Sodiqul Anwar
Mahasiswa Pascasarjanan STINU
Kordinator Nasional Sarekat muda Produktif dan Inovatif.
Pembina Lembaga MPI (Moeda Patria Inisiatif blitar).
Ilustrasi Tema Gambar : sumber
Penulis
Sodiqul Anwar
Mahasiswa Pascasarjanan STINU
Kordinator Nasional Sarekat muda Produktif dan Inovatif.
Pembina Lembaga MPI (Moeda Patria Inisiatif blitar).
Ilustrasi Tema Gambar : sumber


0 komentar:
Posting Komentar