Fenomena Irasional Sekelompok Manusia Nusantara


REPUBLIKPEMUDA.COM | Dijagat Nusantara baru saja dihebohkan oleh pemberitaan tertangkapnya AA Gatot Brajamusti karena tersandung kasus narkoba dan pesta seks yang melibatkan kalangan artis ternama, setelah pihak kepolisian mengusut lebih dalam lagi, kasusnya berkembang ke kasus lain. mulai memiliki senjata ilegal hingga mendalami aktifitas AA G  yang selama ini dikenal dengan profesi menjadi guru spiritual para artis dan beberapa pejabat republik. Dia dikenal sebagai sosok yang sakti yang menjadi raja jin dan kenal akrab ke beberapa malaikat. Aneh memang.

Aneh bin ajaibnya, ternyata banyak juga yang menjadi santri sekaligus korbannya, ragam kerugian yang dialami mulai dari keperawanan, harta. walaupun sebenarnya negara juga ikut rugi, terbukti ada beberapa pejabat setor uang hasil rampokan APBN untuk kebutuhan pembangunan padepokan AA. ketika korban ditanya, alasannya ingin minta doa restu dan deklarasi menjadi muridnya dengan harapan segala hajad urusan karir (artis, jabatan) dibantu dengan kekuatan magis, pertanyaanya kok masih ada yang percaya dengan usaha irasional.

Sambil Sruput Kopo dan Ngudut
Diskusi menyasar ke kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Fenomena ini lebih gila lagi, ditengah terpuruknya ekonomi global hingga berdampak pada ekonomi domestik Indonesia, dimana semua negara kelimpungan memburu uang dari pajak, jual minyak, investasi, utang luar negeri dan lain-lain. Kanjeng yang satu ini hadir bak dewa uang, memang dewa uang yang mempunyai keahlian menggandakan uang.

Lagi-lagi dewa ini promosi kesaktian, gelombang pecinta irasional tertarik dan berdatangan menjadi santrinya. Para pengikutnya dari berbagai daerah dan latar belakang, eh perlu diketahui juga lo, pengikutnya ada juga dari kalangan alumni organisasi ternama di indonesia. hahaha.

Ajarannya pun simple di suruh mengamalkan dzikir  Solawat Fulus, dan setor uang berapapun uang yang mau digandakan, untuk mendukung prakteknya, Kanjeng Dimas saat melakukan ritual penggandaan uang di abadikan dalam bentuk vidio, disebar di media sosial seperti youtube, bagi pemirsa yang ngiler uang pasti langsung percaya deh, la wong ditanyangan vidio seolah olah benar menggandakan uang lewat punggungnya.

Akhirnya Kanjeng Dimas ditangkap oleh pihak berwenang dengan tuduhan pembunuhan dengan cara-cara sadis pada 2 korban santrinya, lalu dikubur dengan kedalaman tidak lebih 1 meter. Berangkat dari sini kasus berkembang hingga sampai penyitaan uang segudang.

Kembali ke situasi ekonomi nasional, hari ini ada kabar gembira, negara telah berhasil memburu uang pajak dari penduduknya melalui progam Tax Amnesti yang tembus hingga 2.500 Triliyun, nilai tukar rupiah menguat di 12000 per USD, turunya harga BBM, harga saham naik dan semoga harga komoditi lainya menjadi murah, situasi politik membaik.

Dari semua fenomena yang ada, dapat dikaji  dengan memakai kerangka berfikir irasional, adanya dua fenomena kasus Aa Gatot dan Kanjeng Dimas bisa jadi, secara tidak langsung berperan menstabilkan situasi ekonomi global. Aa Gatot yang disita brangkas uang dan hasil ganddan uang dimas kanjeng tanpa seri telah mengalir ke khas negara.

Ngopi dan diskusi bubar karena hujan.



Penulis
Sodiqul Anwar 
Mahasiswa Pascasarjanan STINU
Kordinator Nasional Sarekat muda Produktif dan Inovatif.
Pembina Lembaga  MPI (Moeda Patria Inisiatif blitar).
Ilusrtrasi Tema Gambar : sumber
Share on Google Plus

About republikpemuda

Republikpemud adalah ruang opini, ide, gagasan, serta karya tulis pemuda seluruh Indonesia, kami mengundang siappun tanpa memandang usia untuk mengirimkan karyanya tentang atau bertemakan kepemudaan.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: